Oleh: Rosadi Jamani
Kita lanjutkan gerombolan Bupati Kuansing, Riau yang ditangkap KPK. Dari 10 orang yang diamankan, salah satunya adalah Suci Nitia Edward. Mungkin istri sah sang bupati, Hj. Yulia Herman, tersenyum melihat duri dalam daging rumah tangganya ikut tertangkap.
Suci Nitia Edward, atau SC, dulunya hanya tenaga honorer di Sekretariat DPRD Provinsi Riau pada tahun 2017. Penempatannya saat itu di Fraksi Hanura. Kebetulan? Di fraksi yang sama, ada Suhardiman Amby, politisi yang kemudian menjadi Bupati Kuansing.
Dari tumpukan berkas, lahirlah tumpukan rasa. Urusan administrasi berubah menjadi urusan hati. Jika pacu jalur butuh satu tekong, kisah ini justru punya terlalu banyak pendayung hingga perahunya oleng. Hubungan mereka berujung pada pernikahan siri yang tidak tercatat di KUA dan tanpa persetujuan istri pertama.
Tahun 2018, kisah ini sempat memanas saat Hj. Yulia Herman mendatangi rumah Suci. Drama rumah tangga yang awalnya hanya jadi bahan bisik-bisik tetangga perlahan naik kasta menjadi legenda lokal. Setelah itu, SC memilih hidup jauh dari sorotan dan tinggal di kediaman pribadi sang bupati di Desa Pulau Panjang Hulu, Kecamatan Inuman.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri