MULT AQOMEDIA.COM - Kabar mengejutkan beredar di media sosial pada Selasa (30/6/2026) mengenai aktivis Persaudaraan Alumni (PA) 212 sekaligus pentolan FPI, Novel Bamukmin, yang dikabarkan menjabat sebagai Komisaris PT Hotel Indonesia Natour (HIN). Informasi ini viral dan menarik perhatian publik setelah menyebar luas di berbagai platform digital. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian BUMN maupun PT Hotel Indonesia Natour terkait kebenaran informasi tersebut.
Menariknya, website InJourney secara kompak menghapus artikel atau informasi terkait manajemen dan direksi. Hal ini justru memicu rasa penasaran publik tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik isu ini.
Munculnya isu ini langsung memicu beragam reaksi dari masyarakat. Selain mempertanyakan validitas informasi, publik juga menyoroti latar belakang Novel Bamukmin yang lebih dikenal sebagai tokoh organisasi kemasyarakatan dan aktivis, bukan sebagai figur yang berkecimpung di dunia korporasi. Jika informasi ini terbukti benar, penunjukan tersebut dipandang akan menjadi isu besar karena menyangkut susunan komisaris di salah satu BUMN sektor perhotelan dan pariwisata. Namun, untuk saat ini, status informasi tersebut masih menunggu kepastian dari pihak berwenang.
Dalam unggahan yang beredar, nama lengkap Novel Chaidir Hasan Bamukmin disebut-sebut mengisi posisi komisaris PT Hotel Indonesia Natour. Meski demikian, situs resmi perusahaan dan kanal resmi InJourney belum memuat perubahan susunan komisaris seperti yang disebutkan dalam isu tersebut.
Sosok Novel Bamukmin
Novel Bamukmin lahir di Jakarta pada 15 Desember 1972. Namanya dikenal luas berkat aktivitasnya di berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan selama bertahun-tahun. Di lingkungan Front Pembela Islam (FPI), Novel pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPD FPI DKI Jakarta, posisi yang berakhir setelah ia diberhentikan pada 8 Februari 2017.
Setelah itu, ia tetap aktif di organisasi lain dan menjadi salah satu tokoh penting di Persaudaraan Alumni 212. Dalam organisasi tersebut, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum sekaligus Koordinator Hubungan Masyarakat (Humas). Keaktifannya di PA 212 membuat namanya sering muncul dalam pemberitaan nasional, terutama terkait isu sosial, keagamaan, dan aksi massa.
Aktif di Bidang Advokasi
Selain aktif di organisasi kemasyarakatan, Novel juga tercatat sebagai Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis. Dalam peran ini, ia terlibat dalam berbagai kegiatan pendampingan hukum untuk ulama dan aktivis yang menghadapi masalah hukum. Aktivitas advokasi ini menjadi salah satu ciri khas yang melekat pada dirinya dalam beberapa tahun terakhir.
Pernah Menjadi Sorotan Saat Persidangan Ahok
Nama Novel Bamukmin sempat menjadi perhatian publik saat ia hadir sebagai saksi dalam persidangan kasus penodaan agama yang melibatkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dalam persidangan tersebut, terjadi kesalahan administratif pada berita acara pemeriksaan (BAP) yang menuliskan tempat kerja lama Novel sebagai "Fitsa Hats" alih-alih Pizza Hut. Kesalahan ini viral di media sosial dan menjadi bahan candaan warganet.
Latar Belakang Pekerjaan
Sebelum dikenal sebagai aktivis, Novel mengaku pernah bekerja di jaringan restoran cepat saji Pizza Hut. Ia juga pernah bekerja di perusahaan milik seorang pengusaha keturunan Tionghoa non-Muslim. Menurut kisah yang pernah ia bagikan, hubungan profesionalnya dengan pemilik perusahaan berjalan baik, bahkan pemiliknya disebut pernah membiayai keberangkatan ibadah hajinya ke Makkah.
Riwayat Pendidikan
Riwayat pendidikan Novel dimulai dari SD Negeri 05 Pagi Karet Tengsin yang diselesaikannya pada 1985. Ia melanjutkan ke SMP PGRI 17 Jakarta hingga lulus pada 1988, kemudian menempuh pendidikan di STM Negeri 1 Jakarta dan lulus pada 1992. Jenjang pendidikan tinggi ditempuh melalui Diploma III di Politeknik Trisula Darma Jakarta yang diselesaikan pada 1995. Ia juga pernah belajar di Akademi Attahiriyah Jakarta sebelum meraih gelar Sarjana Hukum Islam (S.H.I.) dari Fakultas Agama Islam Universitas Islam Attahiriyah Jakarta pada 2013. Latar belakang pendidikan ini menjadi bekal penting dalam aktivitas advokasi hukum keagamaannya.
Pernah Bergabung dengan Partai Bulan Bintang
Di luar aktivitas organisasi, Novel juga sempat terjun ke dunia politik praktis. Ia tercatat sebagai kader Partai Bulan Bintang (PBB) pada periode 2018 hingga 2019. Langkah ini dinilai sebagai upaya membawa aspirasi perjuangannya ke jalur politik formal. Dalam perjalanan politiknya, Novel pernah menyatakan bahwa Alumni 212 pada prinsipnya bersedia mendukung Presiden Joko Widodo pada Pemilu jika sejumlah catatan mereka dipenuhi. Pernyataan ini sempat menjadi sorotan publik karena dianggap berbeda dari persepsi umum terhadap posisi politik kelompok tersebut.
Hingga kini, kabar mengenai Novel Bamukmin yang disebut menjadi Komisaris PT Hotel Indonesia Natour masih belum mendapatkan konfirmasi resmi. Belum ada pengumuman dari Kementerian BUMN, PT Hotel Indonesia Natour, maupun InJourney yang memastikan perubahan susunan komisaris seperti yang beredar di media sosial. Oleh karena itu, publik diimbau untuk menunggu pernyataan resmi dari pihak berwenang dan mencermati informasi dari sumber terpercaya. Dengan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu pengangkatan pejabat BUMN, dinamika kabar ini diperkirakan akan terus menjadi perbincangan hingga ada pengumuman resmi yang mengklarifikasi kebenarannya.
Artikel Terkait
Rekonstruksi Sadis Taufik Hidayat: Terekam Pukul Kepala Yuvita dengan Golok Saat Mabuk
Dokter Tifa Tolak Damai dengan Jokowi di Sidang Perdana, Pilih Jalur Hukum
Dokter Tifa Resmi Didakwa Jaksa: Pasal Berlapis Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Investigasi UBK: Abdi Maludin Diduga Terima Rp50 Juta dari Oknum Polres Jakpus untuk Geser Lokasi Demo