Ia kemudian menceritakan bahwa setelah sekitar 10 menit melayani pertanyaan, seorang pria yang tidak memperkenalkan identitasnya terus mendesaknya dengan pertanyaan mengenai dugaan agenda tersembunyi sebuah institusi. Hotman mengaku telah menjawab bahwa ia tidak mengetahui hal tersebut karena hanya menjalankan tugas sebagai pendamping hukum.
"Saya bilang, saya tidak dalam posisi untuk menjawab salah atau tidak, saya hanya mendampingi BAP. Apakah dia punya agenda tersembunyi di lembaga tersebut atau tidak, saya tidak tahu. Tapi dia ngotot terus!" bebernya.
Karena merasa terus didesak, Hotman mengaku akhirnya melontarkan kalimat, "Lu punya otak tidak sih?" Namun, ia menegaskan bahwa ucapan tersebut ditujukan secara personal kepada individu yang bertanya, bukan kepada organisasi atau profesi wartawan secara keseluruhan.
"Artinya perorangan, tidak lembaga. Ya, perorangan. 'Lu punya otak tidak sih', artinya kamu pribadi. Saya tidak pernah menyerang atau melecehkan nama lembaga atau PWI atau lembaga organisasi mana pun," pungkasnya.
Hotman juga mengaku tidak mengetahui identitas orang yang berdebat dengannya karena yang bersangkutan tidak memperkenalkan diri ataupun asal organisasinya. Ia bahkan menyinggung keberadaan sejumlah oknum yang menurutnya bukan wartawan profesional.
"Saya tidak tahu dia dari organisasi mana, saya tidak pernah mengundang organisasi mana, juga saya tidak pernah mengundang PWI. Dia juga tidak memperkenalkan namanya, bahkan dari mana pun dia saya tidak tahu. Tapi di sampingnya banyak oknum-oknum yang tidak pegang kamera, ya, dan katanya juga banyak di sana yang wartawan istilahnya itu bodrex yang tidak punya media," ujar Hotman.
Dengan klarifikasi ini, Hotman berharap publik dapat memahami bahwa pernyataannya murni merupakan respons pribadi terhadap tekanan saat wawancara, bukan bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan atau organisasi PWI.
Artikel Terkait
Cara Top Up Mobile Legends di GemUp.id: Panduan Cepat, Aman, dan Praktis untuk Beli Diamond
Mundur dari Kepala BGN, Harta Kekayaan Nanik S Deyang Tembus Rp 6,3 Miliar
Kepala BGN Mundur karena Stres Berat, Trauma Kelola Anggaran Rp229 Triliun Picu Sakit Jantung
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Ketiga Tuntut Ganti Rugi Rp210 Juta, Sidang Perdana Digelar PN Jaksel