Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meluruskan kesalahpahaman publik mengenai istilah "Londo Ireng" yang belakangan ramai diperbincangkan. Ia menegaskan bahwa istilah tersebut sama sekali tidak ditujukan kepada profesi wartawan.
Pernyataan ini disampaikan Pigai saat menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri acara Pembukaan Sinergitas Lintas Sektoral Kementerian HAM bersama pemerintah daerah, masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha di Hotel The Papandayan, Kota Bandung, pada Selasa (28/7).
Menurut Pigai, sejumlah pemberitaan sebelumnya dinilai keliru karena mengaitkan istilah "Londo Ireng" dengan wartawan. Ia menegaskan bahwa tafsir tersebut tidak sesuai dengan maksud aslinya.
"Mana ada wartawan. Itu bukan wartawan," tegas Pigai.
Pigai menjelaskan, istilah "Londo Ireng" merujuk pada individu yang membantu kepentingan asing hingga mengkhianati bangsanya sendiri. Ia mencontohkan asal-usul istilah tersebut dari masa kolonial, ketika sebagian pribumi dipersenjatai oleh Belanda untuk membantu kepentingan penjajah.
Artikel Terkait
Bonatua Silalahi Adukan Ketua KPU ke DKPP: Hantu Ijazah Jokowi Kembali Gentayangan
Anak Buah Megawati Kritik Keras Prabowo soal Londo Ireng: Jangan Mendelegitimasi Kritik
Harta Kekayaan Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong Rp2,6 Miliar dan Kontroversi Dugaan Penganiayaan Staf
Tribun Penonton Ambruk di Kejurnas Drift Speed Fest Purwokerto, 83 Orang Luka-luka