MULTAQOMEDIA.COM - Sikap diam Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, terhadap pernyataan Amien Rais dinilai sebagai wujud kedewasaan politik dan penghormatan terhadap tokoh senior nasional. Sikap ini bukanlah karena ketidakmampuan dalam memberikan respons.
Koordinator Simpul Aktivis Angkatan 98 (Siaga 98), Hasanuddin, menyatakan bahwa dalam budaya politik Indonesia, sikap menahan diri memiliki nilai etika dan penghormatan yang tinggi. Hal ini terutama berlaku ketika berhadapan dengan figur senior yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan demokrasi nasional.
"Sikap diam Seskab Teddy terhadap pernyataan Amien Rais dapat ditafsirkan sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang lebih tua dan memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik nasional," kata Hasanuddin kepada RMOL, Minggu, 10 Mei 2026.
Hasanuddin kemudian mengutip pandangan pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, terkait pentingnya adab dalam menyikapi perbedaan.
"'Hormatilah siapa pun, lebih-lebih kepada yang lebih tua, karena di situ letak adab dan kemuliaan manusia'," ujar Hasanuddin mengutip KH Ahmad Dahlan.
Menurutnya, tidak semua kritik atau pernyataan politik harus dibalas secara terbuka. Apalagi jika pernyataan tersebut datang dari tokoh senior yang pernah memiliki pengaruh besar dalam dinamika demokrasi Indonesia.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019