Video Wawancara Sri Bintang Pamungkas Viral: Tuding SBY Homoseksual Kembali Mencuat

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:25 WIB
Video Wawancara Sri Bintang Pamungkas Viral: Tuding SBY Homoseksual Kembali Mencuat

Video Wawancara Sri Bintang Pamungkas Viral: Tuding SBY Homoseksual Kembali Mencuat





MULTAQOMEDIA.COM - Video klip wawancara aktivis senior Sri Bintang Pamungkas (SBP) kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial X (Twitter). Video berdurasi sekitar 2 menit 20 detik tersebut diunggah pada Jumat (8 Mei 2026) oleh akun @AnKiiim_ dan langsung viral dengan ribuan views serta ratusan repost dalam waktu singkat.

Dalam video yang diambil dari wawancara lengkap berjudul "Kesaksian SBP Tentang Kaum Sodom Masuk Istana" di channel YouTube POPOLE TV (diunggah 3 Mei 2026), Sri Bintang Pamungkas menceritakan pengakuan langsung yang diterimanya dari Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat.

Menurut SBP, saat Nazaruddin kabur ke luar negeri (kemudian ditangkap di Kolombia), Nazaruddin mengirimkan SMS kepada teman SBP. Dalam pesan itu, Nazaruddin menyatakan akan membongkar berbagai "penyimpangan dan kerusakan" yang terjadi di lingkungan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Salah satu poin yang disebutkan SBP adalah tudingan bahwa SBY telah melakukan perbuatan homoseksual.

Sri Bintang menekankan bahwa isu ini bukan hanya terjadi di era Prabowo-Teddy Indrawijaya (yang juga disebutnya dalam konteks yang sama), melainkan sudah berlangsung sejak era SBY hingga Jokowi. Ia mengaitkannya dengan masuknya "kaum sodom" (istilah yang ia gunakan untuk LGBT) ke lingkungan istana.

Ini pak Bintang Sri Pamungkas malah gak kira² gorengnya, lebih parah dari Pak Amien Rais🫣
Bukan cuma teddy yg dibilang gay tapi nyampe ke SBY jg diduga gay 🤣🤣 pic.twitter.com/tCGAm7WUyB

Video ini langsung memicu berbagai reaksi di X. Akun @AnKiiim_ menuliskan caption:

Komentar netizen beragam, mulai dari yang terkejut, mengecam, hingga yang menganggapnya sebagai fitnah politik. Beberapa komentar menyebut "Sodom dan Gomora" serta kekhawatiran azab ilahi, sementara yang lain meminta bukti konkret.


Halaman:

Komentar