Analisis Politik 2025: Damai Hari Lubis Prediksi Perang Dua Kubu dan Dampaknya bagi Rakyat
MULTAQOMEDIA.COM - Pengamat kebijakan publik, politik, dan hukum, Damai Hari Lubis, memprediksi tahun 2025 akan menjadi momentum memanasnya persaingan politik yang disebut sebagai "pra-perang antara dua kubu" di Indonesia. Analisis ini menyoroti berbagai sinyal politik terkini, termasuk penempatan tokoh oposisi lama ke dalam lingkaran kekuasaan serta potensi pergantian Kapolri sebagai pemicu konflik terbuka.
Menurut Lubis, penunjukan Jumhur sebagai menteri yang disebutnya "orang yang merasa pernah teraniaya pada rezim terdahulu", serta kedekatan rekan-rekannya seperti Nainggolan dengan lingkaran penguasa saat ini, menjadi indikator penting. "Tanda-tanda ajang peperangan terbuka tersebut akan serius menjelma ketika Kapolri saat ini diganti," tulisnya melalui siaran pers yang diterima redaksi.
Lubis membandingkan situasi saat ini dengan perang politik klasik di masa lalu. Ia menyinggung bahwa hanya satu penguasa yang pernah kalah di Indonesia, yaitu Gus Dur. Namun, konteks politik hari ini dinilai berbeda. "Saat Gus Dur dengan PKB-nya yang mengalami perpecahan internal melawan PDIP yang solid bersama oposisi lain, kini yang diincar bukan kursi RI-1, melainkan kursi Wakil Presiden, dengan tujuan mengkandaskan kekuatan politik di belakang RI-2 untuk jangka panjang," ujarnya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia