Analisis Politik 2025: Damai Hari Lubis Prediksi Perang Dua Kubu dan Dampaknya bagi Rakyat

- Jumat, 08 Mei 2026 | 15:50 WIB
Analisis Politik 2025: Damai Hari Lubis Prediksi Perang Dua Kubu dan Dampaknya bagi Rakyat

Lubis juga memproyeksikan pergeseran kekuatan di Senayan. Ia melihat kemungkinan Partai Gerindra sebagai partai penguasa utama berkoalisi dengan PDIP, yang disebutnya sebagai oposisi terhadap pribadi Jokowi dan Gibran—dua figur yang memiliki "dendam historis". Sementara itu, Partai Golkar diprediksi akan tetap berperan sebagai safety player seperti biasa.

Namun, Lubis menekankan bahwa Jokowi masih memiliki "senjata andalan" berupa "segudang kartu as" yang tidak main-main terhadap hampir semua tokoh politik dan anggota kabinet saat ini. "Kartu-kartu merah transparansi yang dibuka, dibarengi kerumunan dengan jumlah berlipat ganda dari peristiwa yang melahirkan guncangan besar pada republik, melebihi model aksi Agustus 2025," paparnya.

Ia juga menyoroti dukungan dari "9 naga" yang menguasai perekonomian nasional, yang dinilai senang dengan metode politik "anak emas" gaya kepemimpinan Jokowi. Hal ini, menurut Lubis, justru akan memperparah kondisi ekonomi yang mulai terasa "red flag", terutama depresiasi rupiah terhadap dolar dan dampaknya terhadap masyarakat.

Dampak Politik bagi Rakyat: Kelas Menengah Paling Terdampak

Apapun hasil akhir dari dinamika politik tersebut, Lubis memperingatkan bahwa yang paling dirugikan adalah rakyat biasa. "Siapapun yang bakal 'winner', korban kelak adalah mayoritas rakyat bangsa ini, utamanya kelas ekonomi menengah dan masyarakat miskin kota," tegasnya.

Analisis ini mencerminkan kekhawatiran akan polarisasi politik yang semakin tajam dan potensi instabilitas ekonomi sebagai dampak sampingannya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak-pihak yang disebutkan dalam analisis Damai Hari Lubis.


Halaman:

Komentar