"Aktivitas tersebut bukan merupakan substansi utama maupun kewajiban dalam keseluruhan rangkaian OPK, melainkan salah satu pendekatan dalam membangun kepercayaan diri, pengendalian diri, disiplin, dan ketangguhan mental peserta," ucapnya.
Jaminan Keselamatan dan Evaluasi Berkelanjutan
Pihak BPJS Ketenagakerjaan memastikan bahwa seluruh rangkaian Program OPK dilaksanakan dengan pendampingan instruktur yang kompeten dan prosedur yang telah dipersiapkan secara matang. Aspek keselamatan dan keamanan peserta menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan.
"BPJS Ketenagakerjaan menghargai berbagai masukan dari masyarakat sebagai bagian dari upaya evaluasi dan penyempurnaan program secara berkelanjutan. Evaluasi akan terus dilakukan agar setiap metode pembelajaran yang diterapkan tetap selaras dengan tujuan pengembangan SDM yang profesional, menjunjung tinggi aspek keselamatan, serta memenuhi prinsip tata kelola yang baik," ujarnya.
Erfan menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk membentuk insan yang profesional, berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan. Pihaknya meyakini bahwa kualitas pelayanan kepada peserta sangat ditentukan oleh kualitas SDM yang menjalankannya.
"Karena itu, setiap proses pengembangan calon karyawan akan terus dilaksanakan secara bertanggung jawab, profesional, dan berorientasi pada terwujudnya pelayanan terbaik bagi seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia," kata dia.
Kronologi Video Viral Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan
Video viral tersebut memperlihatkan sejumlah peserta yang diduga calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan berjalan tanpa alas kaki di atas bara api. Para peserta tampak mengenakan seragam hijau lengan panjang, celana hitam, topi, dan tanda pengenal. Pelatihan tersebut terlihat berlangsung di area terbuka.
Dalam video tersebut, para peserta terdengar meneriakkan yel-yel, "Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek Jaya" sebelum melintasi bara api. Setelah berhasil melewati bara api, mereka langsung memasukkan kaki ke dalam ember berisi air.
Selain itu, terlihat juga sejumlah pria mengenakan seragam loreng. Salah satu di antaranya terlihat menyemprotkan cairan yang diduga sebagai bahan bakar ke bara api sebelum para peserta berjalan di atasnya. Peristiwa ini pun menjadi perbincangan hangat dan menarik perhatian publik terkait metode pelatihan yang diterapkan.
Artikel Terkait
Gus Haris Resmi Tersangka Korupsi Bupati Pemalang: Kumpulkan Rp1,98 Miliar hingga Jadi Perantara Makelar Perkara
BGN Temukan Dugaan Oknum Internal dalam Penyaluran Dana 414 SPPG, Kejagung Diminta Usut Tuntas
Pilot Malaysia Airlines Tertangkap Bawa 26 Kg Ekstasi dan Sabu di Bandara Soetta, Modus Lewati Jalur Khusus Kru Terungkap
Ferry Boboho Saksi Kunci TPPU Febrie Adriansyah: Mengaku Antar Uang Jutaan Dolar Singapura, Kini Dilindungi LPSK