Terkait fenomena mal yang mulai memasang pagar tinggi karena khawatir akan isu gelombang demonstrasi Agustus, Budi menegaskan bahwa hingga saat ini kepolisian belum menerima surat pemberitahuan resmi terkait rencana aksi tersebut.
"Terkait tentang pagar, dalam situasi kamtibmas sampai saat ini Polda Metro Jaya masih belum menerima surat pemberitahuan terkait tentang aksi yang ada," jelasnya.
Meski demikian, kepolisian melalui Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) tetap memantau pergerakan narasi dan ajakan yang beredar liar di media sosial.
"Kita akan melihat pamflet-pamflet ataupun ajakan-ajakan, ini hanya sekadar lempar flyer atau memang akan ada gelombang aksi. Kami juga akan berkoordinasi dari analisa perkiraan intelijen terkait situasi terkini," ungkap Budi.
Guna memastikan situasi tetap kondusif, Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya juga mengintensifkan patroli skala besar di kawasan Jakarta hingga wilayah perbatasan seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak panik karena situasi keamanan di Jakarta sejauh ini masih aman dan dapat dikendalikan.
Artikel Terkait
Gus Haris Resmi Tersangka Korupsi Bupati Pemalang: Kumpulkan Rp1,98 Miliar hingga Jadi Perantara Makelar Perkara
Viral Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Berjalan di Atas Bara Api: Ini Penjelasan Resmi dan Tujuan Pelatihannya
BGN Temukan Dugaan Oknum Internal dalam Penyaluran Dana 414 SPPG, Kejagung Diminta Usut Tuntas
Pilot Malaysia Airlines Tertangkap Bawa 26 Kg Ekstasi dan Sabu di Bandara Soetta, Modus Lewati Jalur Khusus Kru Terungkap