"Bukan massa aksi. Tapi para perusuh yang digerakkan kekuatan hitam," tulisnya.
Indra juga menolak anggapan bahwa ancaman tersebut berasal dari warga kurang mampu di perkotaan. Menurutnya, kelompok masyarakat tersebut selama ini justru memiliki nilai kemanusiaan dan religiusitas yang tinggi.
"Bukan juga massa miskin kota yang kita tahu punya sisi humanisme dan religiusitas yang tinggi," lanjutnya.
Ia memandang pembangunan pagar tinggi sebagai bentuk adaptasi pelaku ekonomi untuk melindungi aset mereka secara mandiri ketika menghadapi potensi ancaman keamanan. "Pagar tinggi itu semacam manifesto betapa para pelaku ekonomi kudu mampu lindungi diri sendiri, dalam hal ini aset dan properti di dalamnya," kata Indra.
Dalam unggahan tersebut, Indra tidak menjelaskan secara spesifik peristiwa atau kondisi tertentu yang menjadi latar belakang munculnya pandangannya mengenai fenomena pagar tinggi di pusat-pusat perbelanjaan tersebut. Namun, ia menilai tren tersebut menjadi cerminan persepsi sebagian pelaku usaha terhadap pentingnya pengamanan mandiri atas aset dan properti yang mereka kelola.
Artikel Terkait
Diding Boneng Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun: Aktor Legendaris Warkop DKI & Bintang KKN di Desa Penari Berpulang
KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Sumenep: 41 Penumpang Hilang, 5 Meninggal Dunia
Video Skena Coolmax Ori Baju Hitam Viral di TikTok: Cewek Berhijab Bikin Netizen Penasaran
Pramono Anung Minta Pagar Pengaman di Gedung Jakarta Segera Dibongkar: Kekhawatiran Berlebihan Tak Perlu