MULTAQOMEDIA.COM – Isu pergantian presiden sebelum masa jabatan 2029 kembali mencuat. Seorang eks intelijen, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra, membeberkan skenario yang memungkinkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka naik takhta menjadi Presiden lebih cepat jika Prabowo Subianto mundur.
Wacana ini menjadi perbincangan hangat di tengah publik. Analisis dari praktisi intelijen tersebut menyoroti potensi kekosongan kursi presiden yang bisa dipicu oleh berbagai faktor, termasuk desakan publik dan kondisi kesehatan.
Skenario Gibran Gantikan Prabowo: Desakan Publik dan Kesehatan
Dalam tayangan kanal YouTube 2045 TV, Radjasa Chandra mengungkapkan bahwa tekanan politik yang memuncak bisa menjadi pemicu utama pengunduran diri Presiden. Ia menyebut periode Agustus sebagai waktu krusial yang perlu diwaspadai.
"Yang kita khawatirkan nanti ketika terjadi gonjang-ganjing mulai Agustus dan seterusnya, bisa saja Presiden mengundurkan diri karena desakan publik. Kalau itu terjadi, yang jadi Presiden ya Wakil Presiden," ujar Radjasa.
Selain tekanan eksternal, Radjasa juga menyoroti kondisi kesehatan Presiden Prabowo. Menurutnya, hal ini merupakan faktor penting yang tidak bisa diabaikan dalam dinamika politik nasional.
"Sesungguhnya kondisi kesehatan Prabowo juga enggak baik-baik saja. Itu juga menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan," katanya.
Perbedaan Mundur dan Dimakzulkan dalam Konstitusi
Penting untuk membedakan antara mekanisme pengunduran diri dengan proses pemakzulan. Radjasa menegaskan bahwa keduanya memiliki konsekuensi hukum yang berbeda.
Artikel Terkait
Survei SMRC: Approval Rating Prabowo Anjlok ke 51,1 Persen, Pengamat Desak Perombakan Kabinet Merah Putih
Geger! Prabowo Mundur dan Gibran Naik Setelah Agustus 2026? Ini Bocoran dan Faktanya
Praktisi Intelijen Bongkar Skenario Pilpres 2029: Bukan Dasco, Teddy Indra Wijaya Disiapkan Dampingi Gibran
Safari Politik Jokowi di NTT: Strategi Membangun Jaringan untuk Membesarkan PSI Kaesang