Kronologi Jenazah Mahasiswa NTT Tertinggal di Bandara El Tari Kupang: Klarifikasi Lion Group dan Fakta Sebenarnya

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Kronologi Jenazah Mahasiswa NTT Tertinggal di Bandara El Tari Kupang: Klarifikasi Lion Group dan Fakta Sebenarnya

“Kami benar-benar kaget. Kami langsung mau ambil jenazah, ternyata tidak ada. Terus terang sakit sekali, karena saya benar-benar menjaga adik saya sejak dari Jakarta. Kenapa bisa begini, sementara mereka juga mengakui ada kesalahan,” tutur Jansen.

Setelah menghubungi pihak maskapai, keluarga mendapat penjelasan bahwa terjadi perubahan penanganan saat transit di Kupang sehingga petugas di Larantuka mengira jenazah baru akan diberangkatkan pada Selasa (4/8/2026). Padahal, tiket penerbangan dan dokumen pengiriman jenazah telah diterbitkan untuk rute Jakarta–Larantuka.

Klarifikasi Resmi Lion Group: Tidak Ada Kesalahan Prosedur

Menanggapi viralnya informasi tersebut, Manajemen Lion Group akhirnya angkat bicara. Distrik Manager Wings Air (Lion Group) Kupang, Rinus Zebua, menegaskan bahwa proses pengiriman jenazah tetap berjalan sesuai dokumen dan jadwal penerbangan yang telah ditetapkan.

“Setelah kami melakukan pengecekan dokumen penerbangan, jenazah dijadwalkan menggunakan Lion Air JT690 rute Jakarta–Kupang via Surabaya pada 3 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan Wings Air IW1929 rute Kupang–Larantuka pada 4 Agustus 2026,” jelas Rinus.

Rinus memastikan jenazah diterbangkan dari Bandara El Tari Kupang menuju Bandara Gewayantana Larantuka pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 13.15 WITA. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar bahwa jenazah gagal diberangkatkan dari Kupang tidak sepenuhnya benar. Berdasarkan dokumen pengiriman, jenazah memang dijadwalkan transit dan menginap di Kupang sebelum melanjutkan penerbangan ke Larantuka keesokan harinya.

“Jenazah memang terjadwal menginap di Kupang tadi malam dan dilanjutkan penerbangannya ke Larantuka hari ini,” jelasnya.

Miskomunikasi Jadi Penyebab Utama Polemik

Rinus menduga polemik yang terjadi di media sosial disebabkan oleh miskomunikasi antara keluarga pendamping jenazah dengan agen kargo yang menangani proses pengiriman dari Jakarta.

“Sepertinya ada miskomunikasi antara keluarga pendamping jenazah dengan agen kargo yang mengurus pemberangkatan jenazah di Jakarta,” katanya.

Pihak Lion Group telah meminta agen kargo terkait untuk segera memberikan penjelasan kepada keluarga almarhum. Maskapai juga memastikan kondisi jenazah tetap terjaga dengan baik selama proses transit hingga akhirnya diterbangkan ke Larantuka sesuai jadwal pada Selasa siang.

“Sudah diterbangkan tadi ke Larantuka dan sudah dijemput keluarga,” tutupnya.


Halaman:

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler