Kritik Pedas Warganet: Nakes Harusnya Punya Empati
Berbagai kritik bermunculan di media sosial. Sejumlah warganet menilai seorang tenaga kesehatan seharusnya tetap mengedepankan empati dalam memberikan tanggapan kepada masyarakat, terutama pasien yang sedang menghadapi kondisi sulit. "Kaget pas cek utas-utas anda sebelumnya dan anda adalah nakes (dokter), tapi ketikan anda 'kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong' tidak mencerminkan orang yang berpendidikan tinggi dan berkecimpung di dunia kesehatan," tulis salah satu warganet.
Kronologi Permintaan Maaf Elda Putri Rahardini
Sementara itu, akun @erudarahaadini yang diketahui bernama Elda Putri Rahardini justru menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Sebelumnya ia juga turut mengomentari unggahan Yurizal dengan nada yang tidak pantas, "Foto profilnya kayak orang punya tapi aslinya nggak punya, ya? Nggak punya sel otak" tulis Elda. Kini setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia, dirinya pun langsung mengakui kesalahannya.
"Saya Elda Putri Rahardini, dengan penuh kesadaran, kerendahan hati, dan penyesalan yang mendalam, ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Almarhum Yurizal, teman-teman, kerabat, serta seluruh masyarakat luas," tulisnya dalam pernyataan resmi. Elda mengakui komentarnya tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan kurangnya empati terhadap kondisi yang sedang dialami Yurizal saat itu.
Pengakuan dan Penyesalan Seorang Tenaga Medis
Dalam pernyataannya, Elda juga menegaskan bahwa sebagai seorang dokter dan tenaga kesehatan, dirinya seharusnya mengedepankan nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan empati kepada siapa pun. "Saya sangat menyesali bahwa tindakan saya sama sekali tidak mencerminkan sumpah profesi kedokteran maupun etika dan moral yang seharusnya saya junjung tinggi, baik sebagai seorang individu, alumni institusi pendidikan, maupun penerima beasiswa LPDP," tulisnya.
Ia turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Yurizal serta mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Elda mengakui permintaan maaf yang disampaikannya tidak akan mampu menghapus luka dan kekecewaan yang telah ditimbulkan. Namun, ia berjanji akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran seumur hidup untuk menjadi pribadi dan tenaga medis yang lebih bijaksana, lebih berempati, serta menjaga tutur kata, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
"Saya juga siap menerima segala bentuk kritik, teguran, serta konsekuensi atas kelalaian dan kesalahan saya ini. Sekali lagi, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga, instansi tempat saya mengabdi, dan masyarakat luas atas kegaduhan dan luka yang telah saya perbuat," tutupnya.
Artikel Terkait
Polisi Tewas di Asrama Brimob Palmerah Diduga Dianiaya Oknum TNI, Kasus Dilimpahkan ke Polres Metro Jakbar
Kronologi Jenazah Mahasiswa NTT Tertinggal di Bandara El Tari Kupang: Klarifikasi Lion Group dan Fakta Sebenarnya
Pemeran Video Viral Yank Uwes Yank Banyuwangi Resmi Tersangka, Polisi Beberkan Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara
Lansia Tunawisma Dipaksa Turun dari Bus Transjakarta: Manajemen Minta Maaf dan Janji Evaluasi SOP