"Kami memahami bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi klinis, tetapi juga oleh empati, komunikasi yang baik, penghormatan terhadap martabat pasien, serta profesionalisme setiap tenaga kesehatan," jelas Yodi.
Saat ini, fakultas telah melakukan penelaahan dan investigasi menyeluruh dengan mengumpulkan fakta serta meminta keterangan dari seluruh pihak terkait. Proses pemeriksaan dilakukan secara objektif, transparan, dan mengedepankan asas keadilan melalui koordinasi dengan berbagai pihak.
Selain investigasi, FK-KMK UGM membuka ruang komunikasi dengan keluarga pasien serta memberikan pendampingan sebagai bagian dari upaya penyelesaian persoalan secara profesional dan manusiawi. Yodi menegaskan komitmen fakultas untuk menindak segala bentuk pelanggaran etika, disiplin profesi, perundungan, kekerasan, pelecehan, maupun penyalahgunaan relasi kuasa.
Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi UGM untuk memperkuat sistem pendidikan klinik. Peningkatan supervisi, pembinaan profesionalisme, serta kualitas komunikasi antara tenaga kesehatan, peserta didik, pasien, dan keluarga pasien menjadi prioritas utama. Fakultas juga berencana memperkuat pendidikan etika profesi dan pelayanan yang berpusat pada pasien melalui pelatihan komunikasi efektif, refleksi profesional, dan penguatan budaya empati dalam setiap tahapan pendidikan tenaga kesehatan.
Sementara itu, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta memastikan bahwa akun yang diduga menuliskan komentar tersebut bukan milik pegawai rumah sakit. Manager Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, menyatakan bahwa akun tersebut merupakan milik peserta didik dokter spesialis dari FK-KMK UGM.
"Jadi bukan pegawai RSUP Dr Sardjito. Dia adalah murni peserta didik," kata Banu.
Menurutnya, penanganan persoalan tersebut akan dilakukan secara kolaboratif bersama FK-KMK UGM karena yang bersangkutan masih berstatus peserta didik. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga etika dan empati dalam setiap interaksi tenaga kesehatan dengan pasien, terutama di era digital yang serba transparan.
Artikel Terkait
Ramalan Yessi Dayak Soal Prabowo Runtuh Agustus 2026: Mitos atau Fakta?
Kontroversi Dokter Elda LPDP: Bullying Pasien BPJS hingga Dugaan Alamat Izin Praktik Palsu di Sleman
Nakes RSUD Soekardjo Minta Maaf Usai Viral Hina Pasien BPJS, Terancam Sanksi Tegas
Kontroversi Makalah Nobel Perdamaian Prabowo: Jejak Prompt AI 93% dan Pencatutan Nama Terungkap