Prosedur Ketat Sebelum Memulai Tugas Harian
Selain pemeriksaan kesehatan berkala, BGN juga menerapkan prosedur standar operasional yang lebih ketat di setiap dapur SPPG. Sebelum memulai aktivitas memasak, setiap pegawai dan relawan wajib menjalani serangkaian pemeriksaan awal, termasuk pengecekan suhu tubuh dan skrining gejala penyakit menular.
"Dan juga kami sudah memerintahkan ke seluruh dapur, sebelum memulai pekerjaan, seluruh karyawan, seluruh pegawai, seluruh relawan harus dicek suhunya. Ditanya apakah Anda diare, sakit perut, dan lain-lain, itu keluhannya disampaikan. Manakala sakit, maka saya minta untuk diliburkan," paparnya.
Menjaga Kualitas dan Keamanan Pangan Program MBG
Langkah tegas ini diambil semata-mata untuk menjaga integritas kualitas makanan yang akan didistribusikan kepada penerima manfaat. Sudaryono menegaskan bahwa makanan yang diolah di dapur sangat rentan terkontaminasi oleh penyakit yang diderita oleh pengolahnya. Oleh karena itu, pihaknya tidak akan mentoleransi adanya petugas yang memaksakan diri bekerja dalam keadaan sakit.
"Jadi kami strict di situ. Karena ada beberapa keluhan, katanya ada yang sakit tapi tidak ngaku, ternyata sakit. Nah itu bisa menulari orang di dapur itu dan juga mengkontaminasi makanan yang kemudian dibagikan kepada penerima manfaat," tegas Sudaryono.
Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dengan standar higienitas dan keamanan pangan yang terjaga, sehingga manfaat kesehatan bagi penerima dapat tercapai secara maksimal. "
Artikel Terkait
Mantan Sekda Konawe Selatan Tabrak Adik Kandung Saat Kabur Bawa Mobil Usai Digerebek Istri
Kasus PPDS UGM Viral: Sanksi Tegas Dokter Muda Dinonaktifkan 3 Bulan Usai Hina Pasien BPJS
Penangkapan 2 Komentator Pidato Prabowo Dinilai Langgar Putusan MK: Usman Hamid Sebut Tak Berdasar Hukum
Patung Raksasa Mirip Firaun Muncul di Hutan Gunung Salak, Hebohkan Warganet