MULTAQOMEDIA.COM – Podcast Akbar Faizal Uncensored kembali menjadi sorotan publik. Dalam episode yang tayang pada 4 Agustus 2026, aktivis dan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, yang akrab disapa Kang Ubet, bersama Ichsanuddin Noorsy mengungkap dugaan adanya aliran dana triliunan rupiah yang melibatkan mantan presiden. Dokumen terkait klaim ini disebut telah resmi diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kortas Tipikor.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, Ubedilah Badrun menyoroti dugaan kuat aliran dana besar dari kalangan oligarki. Ia mengutip informasi yang sempat diunggah oleh mantan Penasihat KPK, Abdullah Hehamahua, di media sosial. Informasi itu menyebutkan bahwa seorang oligarki mengaku baru saja bertemu dengan tokoh berinisial 'K' di Malaysia dan Singapura. Nilai transaksi atau setoran yang disebut-sebut mencapai angka fantastis, hampir Rp5 triliun.
Ubedilah kemudian mengaitkan isu ini dengan pola yang ia sebut sebagai "putra mahkota" di lingkaran kekuasaan sebelumnya. Ia menyoroti lonjakan kekayaan dan transaksi saham anak-anak tokoh tertentu yang dinilai tidak wajar. Salah satu contoh yang disebutkan adalah pembelian saham senilai hampir Rp100 miliar oleh salah satu putra mahkota di usia yang masih sangat muda. Selain itu, ia juga menyinggung dugaan keterkaitan dengan perusahaan ventura dan grup bisnis besar. Ubedilah menegaskan bahwa seluruh dokumen terkait sudah diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.
Pernyataan kontroversial ini langsung memicu gelombang komentar dari netizen di berbagai platform media sosial. Kolom komentar video podcast yang telah ditonton ratusan ribu kali itu pun dibanjiri spekulasi. Mayoritas netizen mengaitkan inisial 'K' dengan istilah "putra mahkota" yang kerap menjadi perbincangan publik terkait bisnis dan gaya hidup mewah.
Inisial " K "
Putra mahkota yang terima uang 5 Triliun dari oligarky.
Guweh pikir itu pasti Kaesang 🤭 pic.twitter.com/KmmpY2XRIg
Artikel Terkait
Islah Bahrawi Sesali Pernah Mengultuskan Jokowi: Saya Tak Mau Terperosok Jadi Penyembah Berhala
Kontroversi Ijazah Gibran: Denny Indrayana Desak Mundur demi Stabilitas Politik
Jokowi Dinilai Tak Akan Paksakan Gibran dan Kaesang Maju Pilpres 2029 Jika Elektabilitas Rendah, Ini Kata Lukas Luwarso
Kabinet Bayangan Diduga Dibiayai Asing: Ancaman Kedaulatan atau Kritik Kebijakan? Ini Fakta dan Susunan Lengkapnya