Akbar mengaku kaget karena setelah berhasil memenangkan satu pertandingan, panitia mendatanginya dan menyampaikan instruksi dari Kasatpol PP agar ia didiskualifikasi tanpa alasan yang jelas. "Saya datangi Kasat di kantor untuk menanyakan alasan kenapa saya didiskualifikasi. Selama ini, saya merasa mendapat perlakuan yang tidak adil dari pimpinan," ujar Akbar, Jumat (14/8/2026).
Klarifikasi Kasatpol PP Sultra Soal Rekam Jejak Anggota
Menanggapi video viral dan perselisihan yang terjadi, Kasatpol PP Pemprov Sultra, Hamim Imbu, memberikan klarifikasinya. Ia menegaskan bahwa dirinya sengaja tidak memberikan rekomendasi kepada Akbar untuk mewakili institusi Satpol PP dalam turnamen bulu tangkis tersebut. Keputusan ini diambil karena adanya pertimbangan terkait rekam jejak dan karakter individu Akbar yang dinilai kurang disiplin.
"Yang bersangkutan memang tidak direkomendasikan untuk mewakili instansi dalam kegiatan tersebut karena pertimbangan sikap dan karakter individunya yang kurang baik," ungkap Hamim Imbu.
Kasus Baku Hantam Berlanjut ke Ranah Hukum
Perkelahian antara pimpinan dan bawahan ini tidak berakhir damai di internal instansi. Kasus baku pukul tersebut telah resmi dilaporkan ke pihak kepolisian setempat untuk proses penanganan hukum lebih lanjut. Publik pun menantikan kelanjutan dari kasus yang mencoreng nama baik institusi penegak peraturan daerah ini.
Artikel Terkait
Kemhan Buka Suara soal Kapal Pesiar Mewah Berlogo Kementerian: Bukan Aset Negara, Ternyata Ini Fungsinya untuk Program Ketahanan Pangan
Gempa M 7,7 NTT Guncang Bima: Pasien RS Muhammadiyah Dievakuasi ke Parkiran, Rumah Warga Rusak
Profil Tommy Indratama: Produser Film Tutuge yang Jadi Sorotan Warganet
Gempa NTT Magnitudo 7,7: 6 Warga Meninggal, Warga Mengungsi ke Gunung Antisipasi Tsunami