Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebagian besar warga di kawasan pesisir memilih untuk segera mencari tempat yang lebih tinggi. Langkah antisipasi ini diambil sebagai respons atas peringatan dini tsunami yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pasca gempa besar di NTT.
Kepanikan warga semakin meningkat setelah BMKG resmi mengumumkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi Tenggara. Perairan Sultra menjadi salah satu zona yang masuk dalam daftar waspada dengan potensi ketinggian gelombang tsunami diperkirakan mencapai 0,5 meter.
BMKG mengimbau seluruh masyarakat yang berada di kawasan pesisir untuk tetap tenang, tidak panik, dan senantiasa mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah. Warga juga diminta untuk segera menjauhi garis pantai jika menerima instruksi evakuasi serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Artikel Terkait
Kemhan Buka Suara soal Kapal Pesiar Mewah Berlogo Kementerian: Bukan Aset Negara, Ternyata Ini Fungsinya untuk Program Ketahanan Pangan
Gempa M 7,7 NTT Guncang Bima: Pasien RS Muhammadiyah Dievakuasi ke Parkiran, Rumah Warga Rusak
Profil Tommy Indratama: Produser Film Tutuge yang Jadi Sorotan Warganet
Gempa NTT Magnitudo 7,7: 6 Warga Meninggal, Warga Mengungsi ke Gunung Antisipasi Tsunami