5. Evaluasi Total Proyek Strategis Nasional (PSN)
Mahasiswa mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap Proyek Strategis Nasional yang dinilai banyak menimbulkan masalah lingkungan dan sosial.
6. Hentikan Program MBG dan KDMP
BEM UI secara tegas meminta penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai tidak efektif dan bermasalah dalam implementasinya.
7. Kembalikan Otonomi Daerah
Mahasiswa meminta pemerintah menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) serta mengembalikan hak otonomi daerah yang semakin tergerus.
8. Tetapkan Status Bencana Nasional
Tuntutan terakhir adalah penetapan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores yang terdampak bencana, serta percepatan proses pemulihan daerah-daerah terdampak.
Sorotan Tambahan: Ruang Sipil dan Intervensi TNI-Polri
Selain delapan tuntutan utama tersebut, BEM UI juga menyoroti persoalan ruang sipil yang semakin menyempit. Mereka mendesak penghentian represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam kehidupan berdemokrasi serta pembubaran Yonif Teritorial Pembangunan (TP).
Kritik Terhadap Kemunduran Demokrasi
Dalam dokumen resminya, BEM UI menilai bahwa sejumlah kebijakan pemerintah saat ini menunjukkan gejala kemunduran demokrasi. Terjadi peningkatan dominasi elite dalam pengambilan kebijakan publik yang mengesampingkan suara rakyat.
Waktu dan Lokasi Aksi
Aksi MerebutKemerdekaan ini digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pemilihan Bundaran HI sebagai lokasi utama aksi dinilai strategis karena menjadi simbol pusat kota Jakarta dan sering digunakan sebagai titik kumpul berbagai aksi demonstrasi mahasiswa.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri