Gempa Susulan Flores NTT: BMKG Catat 2.119 Guncangan, Waspada hingga 3-4 Minggu ke Depan

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 04:25 WIB
Gempa Susulan Flores NTT: BMKG Catat 2.119 Guncangan, Waspada hingga 3-4 Minggu ke Depan

Dampak gempa dirasakan sangat luas. Hasil pemantauan stasiun pasang surut menunjukkan bahwa tsunami menerjang atau terdeteksi di 16 lokasi yang tersebar di NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Gelombang tsunami tertinggi tercatat di Pota, Manggarai Timur, pada pukul 05.03 WIB dengan ketinggian mencapai 1,605 meter. Sementara itu, gelombang terendah terukur di Bakalang, Alor, pada pukul 05.41 WIB dengan tinggi 0,14 meter.

Korban Jiwa dan Kerusakan Akibat Gempa Flores

Gempa M7,7 Flores menimbulkan korban jiwa yang signifikan. Data sementara yang dihimpun BMKG dan informasi lapangan mencatat 53 orang meninggal dunia dan 137 orang luka-luka. Kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, terutama di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, dan Maumere.

Upaya Survei dan Mitigasi Pasca Gempa

Sebagai langkah respons, BMKG kini mengerahkan tim gabungan untuk menyisir wilayah terdampak. Survei yang dilakukan mencakup beberapa aspek penting, antara lain:


  • Pemetaan makroseismik

  • Pengukuran mikrotremor dan MASW

  • Pemantauan gempa susulan

  • Verifikasi dampak tsunami

Hasil dari survei ini akan menjadi pijakan utama untuk proses pemulihan dan rekonstruksi. Data yang diperoleh akan digunakan untuk pemetaan mikrozonasi pascagempa, evaluasi wilayah terdampak, serta penyusunan rekomendasi mitigasi dan rekonstruksi yang lebih aman di masa depan.

Wilayah dengan kerusakan sedang hingga berat menjadi prioritas utama dalam survei ini. Kondisi wilayah tersebut akan dibandingkan dengan area yang relatif tidak mengalami kerusakan untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai dampak gempa.

Himbauan BMKG untuk Masyarakat

Di tengah ancaman gempa susulan yang masih berlangsung, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati bangunan yang retak atau rusak. Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi dari kanal BMKG, mengingat aktivitas gempa susulan masih terus dipantau.

"BMKG akan terus memantau aktivitas gempa bumi susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi secara berkala kepada stakeholder dan masyarakat," ujar Wijayanto.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan akurat, masyarakat diimbau untuk memperbarui informasi melalui kanal resmi BMKG yang telah terverifikasi.


Halaman:

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler