Prabowo Diminta Waspadai Kedekatan Politik dengan Jokowi: Strategi Matang Diperlukan
MULTAQOMEDIA.COM – Pakar politik dan militer, Selamat Ginting, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak terlena dengan kedekatan politiknya bersama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Peringatan ini disampaikan dalam diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa, 18 Agustus 2026.
“Dalam politik, berdekatan belum tentu sejalan. Dalamnya laut bisa diukur, dalamnya hati siapa tahu,” ujar Selamat Ginting.
Menurutnya, Prabowo perlu menyusun strategi matang dalam menghadapi kekuatan politik yang telah terbentuk selama 10 tahun pemerintahan sebelumnya. Jaringan kekuasaan yang sudah mengakar tidak mudah dihadapi, sehingga diperlukan langkah politik, hukum, dan ekonomi yang terukur.
Dukungan terhadap Satgas PKH dan Ancaman Pelemahan
Selamat Ginting menilai salah satu langkah pemerintahan Prabowo yang perlu didukung adalah pembentukan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Keberadaan satgas ini dinilai penting untuk menghadapi kekuatan oligarki dan menertibkan penguasaan sumber daya alam.
Namun, ia mengingatkan adanya upaya yang berpotensi melemahkan Satgas PKH. Pembubaran atau pelemahan satgas dapat membuka ruang bagi kepentingan kroni, terutama bersamaan dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset.
“Ini ada upaya melindungi kroni dengan melemahkan, membubarkan Satgas PKH. Ini bertepatan dengan pembahasan RUU Perampasan Aset,” tegasnya.
Dinamika Politik dan Evaluasi Elite Pemerintahan
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Usulkan M. Sarjito Jadi Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral OJK, Puan: Segera Diproses Komisi XI
Jokowi Siapkan Skenario Plan B: Gibran Maju Lawan Prabowo di Pilpres 2029 Jika Tak Didampingi Lagi
Mahfud MD Bongkar Kisah di Balik Penyelamatan Pemilu 2009: Saat MK Berani Ambil Keputusan di Tengah Ancaman Boikot
Prabowo Disabotase Tim Internal? Data Pidato Kenegaraan Salah, ProDem: Ada Pengkhianat Ingin Jatuhkan Presiden