Selamat Ginting juga menyoroti dinamika politik yang terjadi pada Agustus tahun lalu sebagai pelajaran penting bagi pemerintahan saat ini. Gejolak politik tersebut harus menjadi perhatian Prabowo dalam membaca peta kekuatan di sekeliling pemerintahannya.
Menurutnya, pidato Prabowo di hadapan DPR RI menunjukkan bahwa Presiden tidak ingin didikte oleh kekuatan tertentu dan memiliki cara sendiri dalam menjalankan pemerintahan.
“Presiden Prabowo terkesan tidak mau didikte. Dia punya cara sendiri,” katanya.
Oleh karena itu, Selamat Ginting mendorong Prabowo melakukan evaluasi terhadap jajaran elite pemerintahan, termasuk melalui reshuffle kabinet maupun perubahan di institusi penegak hukum dan militer. Pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh dalam aspek hukum, politik, dan ekonomi.
Faktor Hukum, Ekonomi, dan Kekuatan Politik
Selamat Ginting mengingatkan bahwa pergantian kekuasaan tidak selalu terjadi karena persoalan politik semata. Persoalan hukum, ekonomi, dan kekuatan politik dapat menjadi faktor yang saling berkaitan hingga berujung pada jatuhnya pemerintahan.
Ia juga meminta Prabowo memperhatikan faktor usia dan potensi celah yang dimanfaatkan oleh kekuatan lama. Sejarah politik Indonesia menunjukkan bagaimana perubahan kekuasaan dapat terjadi ketika kekuatan politik di sekitar pemimpin mulai bergerak.
Dalam kondisi tersebut, Prabowo dinilai perlu memastikan institusi negara bekerja secara independen dan efektif. Selamat Ginting juga mengingatkan bahwa KPK dan Polri belum sepenuhnya dapat diandalkan untuk menghadapi persoalan yang berkaitan dengan warisan kekuasaan sebelumnya.
“KPK, Polri nggak bisa diandalkan karena warisan lama,” tandasnya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Usulkan M. Sarjito Jadi Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral OJK, Puan: Segera Diproses Komisi XI
Jokowi Siapkan Skenario Plan B: Gibran Maju Lawan Prabowo di Pilpres 2029 Jika Tak Didampingi Lagi
Mahfud MD Bongkar Kisah di Balik Penyelamatan Pemilu 2009: Saat MK Berani Ambil Keputusan di Tengah Ancaman Boikot
Prabowo Disabotase Tim Internal? Data Pidato Kenegaraan Salah, ProDem: Ada Pengkhianat Ingin Jatuhkan Presiden