Namun, fakta di lapangan justru berkata lain. Susanah diketahui bukanlah seorang buruh pengupas bawang. Kesehariannya dihabiskan sebagai buruh penjahit kain majun dengan upah yang sangat kecil, hanya Rp700 per kilogram. Ia juga mencari tambahan penghasilan dengan mencuci alat makan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPB, sementara suaminya bekerja sebagai kuli bangunan.
Kondisi Rumah Susanah yang Memprihatinkan
Rumah Susanah di Cileungsi jauh dari kesan mewah. Bangunan berukuran 3x3 meter itu berdiri di atas lahan milik ibunya. Bagian dalam rumah hanya disekat menggunakan triplek untuk membagi ruang tamu, dapur, dan dua kamar tidur. Di halaman rumah, tidak ditemukan tumpukan bawang, melainkan kain majun, sekarung kain perca, serta mesin jahit usang.
Alasan Sebenarnya Pemasangan Garis Polisi
Menanggapi viralnya pemasangan garis polisi tersebut, Iis Isnawati, tetangga Susanah, membantah adanya peristiwa kriminal. Ia menegaskan bahwa pemasangan garis polisi tersebut merupakan inisiatif dari perangkat desa setempat. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan, terutama untuk anak-anak Susanah yang dinilai belum siap menghadapi dampak viralnya orang tua mereka.
"Ya kan ada anak-anaknya. Takutnya terpengaruh, belum siap begitu karena orangtuanya viral," ujar Iis menjelaskan alasan di balik pemasangan garis polisi tersebut.
Artikel Terkait
BEM UI Protes 8 Tuntutan di Hari Kemerdekaan: Hentikan Penjajahan oleh Negara Sendiri
BEM UI Demo di Bundaran HI: 8 Tuntutan Kritis soal Ekonomi, Korupsi, hingga Penjajahan oleh Negara Sendiri
Momen Bule Ikut Lomba Panjat Pinang HUT RI di Kalimalang Viral, Banjir Pujian Warganet
Gempa Susulan Flores NTT: BMKG Catat 2.119 Guncangan, Waspada hingga 3-4 Minggu ke Depan