Korban yang merupakan seorang lansia hanya bisa pasrah dan tidak melakukan perlawanan. Aksi arogan sopir Alphard ini terekam oleh warga sekitar dan langsung menyebar luas di berbagai platform media sosial, memicu kemarahan publik yang luar biasa.
Pengakuan Sopir Alphard: Dalih Sedang Banyak Masalah
Dalam pengakuan yang disampaikan kepada keluarga korban, sopir Alphard berdalih bahwa dirinya sedang dilanda banyak pikiran dan masalah pribadi sehingga melampiaskan kekesalannya kepada korban. Ia berjanji akan bertanggung jawab penuh dan mengganti seluruh kerusakan motor milik korban.
Sementara itu, keluarga korban masih berdiskusi untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Proses mediasi dengan sopir Alphard dan perwakilan perusahaan tempatnya bekerja masih terus berjalan hingga saat ini.
Polisi Masih Mendalami Kasus
Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari korban, namun tetap menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial. Saat ini polisi sedang mendalami kasus tersebut, termasuk status mobil Alphard yang terdaftar atas nama perusahaan.
Kecaman Publik atas Tindakan Represif
Insiden ini menuai kecaman keras dari berbagai kalangan masyarakat. Aksi sopir Alphard yang tega melakukan kekerasan terhadap pengemudi ojek lansia di jalan raya dinilai sebagai tindakan yang sangat represif dan tidak berperikemanusiaan. Publik menuntut agar kasus ini diproses secara hukum untuk memberikan efek jera kepada pelaku kekerasan di jalan raya.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri