Pengakuan Korban: Kehilangan Kendali dan Tindakan Tanpa Persetujuan
Dalam utas pengakuannya yang viral, korban menceritakan secara gamblang bagaimana ia merasa tubuhnya lumpuh total dan pikirannya tidak berfungsi normal setelah menghirup asap vape tersebut. Dalam kondisi yang tidak berdaya itulah, EJR dan NB diduga melancarkan aksi pelecehan seksual terhadap korban.
"Kalian mungkin mengenalnya sebagai artis muda yang kalian idolakan sejak kecil sampai saat ini. Saya mengenalnya sebagai seseorang yang pernah membuat saya kehilangan kendali atas tubuh saya sendiri—dan kemudian melakukan sesuatu kepada saya ketika saya berada dalam kondisi tersebut. Pelaku mengatakan akan mengantar saya pulang. Namun di perjalanan, pelaku justru meniupkan asap vape berulang kali ke arah mulut saya dan menyuruh saya untuk menghirupnya sampai saya batuk-batuk yang pada saat itu saya tidak tahu bahwa vape tersebut mengandung THC," tulis pemilik akun @ajsbsbwas.
Lebih lanjut, korban menegaskan bahwa ia tidak pernah memberikan persetujuan (consent) atas tindakan asusila yang dialaminya. Ia menyatakan, "Saya kehilangan kendali atas diri saya sendiri. Saya tidak bisa merasakan badan saya. Mata saya sangat sulit dibuka. Saya bahkan kesulitan berjalan dan mengontrol tubuh saya. Pikiran saya terasa seperti tidak berfungsi sebagaimana mestinya... Dalam kondisi saya yang sudah tidak mampu mengendalikan diri seperti itu, pelaku melakukan tindakan seksual terhadap saya tanpa persetujuan saya. Saya ingin menegaskan satu hal: saya tidak memberikan persetujuan."
Publik Menanti Klarifikasi: Siapa Sebenarnya Aktor EJR dan Penyanyi NB?
Unggahan pengakuan korban tersebut sontak memicu gelombang kemarahan publik. Tagar terkait kasus ini pun menjadi trending topic di berbagai media sosial. Namun, hingga saat ini, identitas asli di balik inisial aktor EJR dan penyanyi NB masih menjadi misteri dan belum dapat dipastikan secara definitif oleh warganet.
Publik luas kini menantikan klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait, termasuk manajemen artis yang mungkin merasa dirujuk dalam pengakuan tersebut. Kasus ini juga menjadi pengingat penting akan bahaya modus kejahatan seksual dengan menggunakan zat psikoaktif serta pentingnya kewaspadaan terhadap orang asing, bahkan yang berstatus selebriti sekalipun.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri