Keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada Tom Lembong dan amnesti untuk Hasto Kristiyanto menjadi sinyal pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi mulai menurun.
Peneliti media dan politik Buni Yani menilai, kasus hukum yang menjerat Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto dicurigai kuat ada campur tangan Jokowi melalui jaringan penegak hukum yang masih dikuasainya.
"Abolisi dan amnesti ini dianggap sebagai menurunnya pengaruh Jokowi dan sinyal Prabowo semakin menjauh dari pengaruh Jokowi," kata Buni Yani dikutip dari akun Facebook pribadinya, Minggu 3 Agustus 2025.
Dalam kondisi semakin terjepit dan menurunnya pengaruh, kata Buni Yani, Jokowi justru membuat musuh baru dengan menuduh orang besar di balik isu ijazah palsu dan pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
"Seharusnya Jokowi mencari sebanyak-banyaknya sekutu dan menghindari bahkan satu musuh pun," kata Buni Yani.
"Tapi itulah Jokowi, manusia dengan 1001 kontroversi, 1001 kebohongan," sambungnya.
Pekan lalu, Hasto divonis 3,5 tahun penjara dalam kasus suap terkait perkara korupsi Harun Masiku.
Sementara itu, Tom Lembong divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus impor gula kristal mentah pada 18 Juli silam.
Presiden Prabowo kemudian melalui Surat Presiden Nomor R43/Pres/072025 tertanggal 30 Juli 2025 meminta pertimbangan DPR untuk pemberian amnesti dan abolisi terhadap 1.178 narapidana. Dalam dokumen itu terdapat nama Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto.
Sumber: rmol
Foto: Presiden Prabowo Subianto/Ist
Artikel Terkait
Vidi Aldiano Meninggal Dunia: Penyebab, Perjuangan Kanker Ginjal, dan Ucapan Duka Artis
Kisah Kaisar Valerian: Tawanan Romawi yang Jadi Alat Propaganda Iran vs Barat
Luhut Peringatkan Dampak Konflik Iran-Israel: Harga BBM Indonesia Terancam Naik?
Donny Fattah Meninggal: Bassist God Bless Lawan Sarkopenia, Vaskular, dan Autoimun