Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, mengungkapkan motif sementara dari serangan keji ini adalah rasa sakit hati. Tersangka yang berasal dari Bangkinang, Kabupaten Kampar, diduga nekat melakukan penganiayaan karena cintanya ditolak oleh korban yang telah memiliki pacar.
Kondisi Korban dan Proses Penanganan
Akibat serangan tersebut, Faradilla Ayu Pramesti mengalami luka serius di bagian pelipis kepala dan lengan kirinya, dengan lebih dari dua bekas sabetan kapak. Korban sempat dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk visum dan perawatan awal, kemudian dirujuk ke RS Arifin Ahmad untuk mendapatkan perawatan intensif akibat luka-lukanya.
Proses Hukum dan Ancaman Hukuman Bagi Pelaku
Upaya pelarian tersangka digagalkan oleh sejumlah mahasiswa dan satpam kampus yang berhasil meringkusnya di lokasi kejadian. Saat ini, Raihan Mufazzar menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Binawidya.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, menyatakan tersangka dijerat dengan Pasal 469 UU Nomor 1 Tahun 2023 KUHP tentang penganiayaan berat yang direncanakan. "Ancaman hukuman maksimal bagi tersangka adalah 12 tahun penjara," tegas AKP Anggi.
Artikel Terkait
Peluru Nyasar TNI di Padang: Mahasiswi UNP dan Warga Sipil Jadi Korban Latihan Militer
Pesawat Militer AS Terbang di Langit Padang, TNI AU Buka Suara Soal Misi Sebenarnya
Pesawat Militer AS Terdeteksi Terbang di Perairan Barat Padang, Sumatera Barat
Ibu Muda Tewas di Hotel Muara Enim, Mantan Kekasih Jadi Tersangka Pembunuhan