Kronologi Kematian Prajurit TNI AL Ghofirul Kasyfi: Keluarga Tolak Bunuh Diri, Desak Autopsi
Seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL) asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, meninggal dunia dalam kondisi yang diduga tidak wajar. Keluarga korban menolak keras kesimpulan awal yang menyatakan bahwa korban meninggal karena bunuh diri. Mereka menduga kuat adanya unsur kekerasan yang dilakukan oleh senior di lingkungan tugas.
Korban bernama Ghofirul Kasyfi (22 tahun), berpangkat Kelasi Dua. Ia merupakan warga Kelurahan Kemayoran, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Ghofirul baru saja dilantik sebagai anggota TNI AL pada Desember 2025 dan langsung ditugaskan di sebuah kapal perang di Jakarta.
Keluarga Temukan Luka Lebam dan Pendarahan Tidak Wajar
Ayah korban, Mahbub Madani, mengaku menemukan sejumlah luka lebam di sekujur tubuh anaknya saat membuka peti jenazah sebelum pemakaman. Temuan ini menjadi awal kecurigaan keluarga terhadap penyebab kematian yang sebenarnya.
"Ya saya cuma buka wajahnya saja, itu sudah kelihatan lebam di sini. Besok paginya sebelum dikuburkan, dibuka semua meskipun itu sebatas area depan, tapi banyak lebam di sini," ujar Mahbub dengan nada terkejut.
Lebih mengkhawatirkan lagi, Mahbub juga mengungkap adanya pendarahan di bagian sensitif tubuh korban yang dinilainya sangat tidak wajar. Temuan ini semakin memperkuat dugaan keluarga bahwa kematian Ghofirul bukanlah akibat bunuh diri seperti yang dinyatakan pihak tertentu.
"Dan maaf ya, selangkangan ini keluar darah. Yang lebih aneh lagi, katanya itu gantung diri. Tapi bekas luka itu di sini (bawah leher), seharusnya kan di sini (atas leher)," katanya menjelaskan kejanggalan posisi luka.
Artikel Terkait
Korban Tewas Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
Identitas 15 Penumpang Korban Tewas KA Argo Bromo Tabrak KRL, Semua Perempuan
Kecelakaan Maut Argo Bromo vs KRL: 15 Tewas, DPR Desak Dirut KAI Mundur
Kesaksian Sausan Sharifa: Selamat dari Tragedi Maut Tabrakan Kereta di Bekasi