Korban Sempat Curhat Dapat Perlakuan Keras dari Senior
Sebelum meninggal dunia, Ghofirul disebut sempat menghubungi keluarga secara diam-diam. Dalam komunikasi tersebut, ia mengaku kerap mendapat perlakuan keras dari seniornya saat bertugas di kapal perang. Keluarga saat itu hanya bisa memberikan dukungan moral dan semangat agar korban tetap kuat menjalani tugas sebagai prajurit.
Namun, kabar duka justru datang tidak lama setelah itu. Pihak keluarga menerima informasi bahwa Ghofirul meninggal dunia. Awalnya, pihak TNI AL menyebut tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Pernyataan ini langsung ditolak mentah-mentah oleh keluarga.
"Saya betul-betul tidak terima anak saya dibilang bunuh diri. Saya betul-betul enggak terima mengalami hal-hal yang sangat tidak wajar," tegas Mahbub.
Keluarga Tuntut Autopsi dan Investigasi Transparan
Merasa ada kejanggalan dalam proses investigasi awal, keluarga korban mendesak dilakukan autopsi menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian yang sebenarnya. Mereka tidak ingin kasus ini ditutup-tutupi dan berakhir tanpa kejelasan.
Selain itu, pihak keluarga juga menuntut TNI AL untuk mengusut tuntas dugaan kekerasan yang menjadi penyebab kematian korban. Mereka meminta agar semua pihak yang bertanggung jawab diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Mahbub Madani telah menyiapkan surat resmi yang ditujukan kepada pimpinan TNI AL untuk meminta keadilan dan investigasi mendalam terhadap kasus tragis ini. Keluarga berharap kasus kematian Ghofirul Kasyfi menjadi perhatian serius dan tidak dianggap sebagai kasus biasa.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut nyawa seorang prajurit yang baru saja memulai kariernya. Publik menunggu langkah konkret TNI AL dalam mengungkap fakta di balik kematian Ghofirul Kasyfi.
Artikel Terkait
Korban Tewas Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
Identitas 15 Penumpang Korban Tewas KA Argo Bromo Tabrak KRL, Semua Perempuan
Kecelakaan Maut Argo Bromo vs KRL: 15 Tewas, DPR Desak Dirut KAI Mundur
Kesaksian Sausan Sharifa: Selamat dari Tragedi Maut Tabrakan Kereta di Bekasi