Bahkan, Jokowi berjanji akan blusukan mengunjungi puluhan provinsi, ratusan kabupaten/kota, hingga ribuan kecamatan dan desa di seluruh Indonesia demi memenangkan partai tersebut.
Namun, di sisi lain, Saiful Huda menyoroti ironi yang menurutnya mencolok. Ia menyinggung bahwa Jokowi disebutkan tidak pernah memenuhi panggilan pengadilan untuk menghadiri persidangan terkait dugaan kasus ijazah palsu yang menjeratnya, meski telah dipanggil berkali-kali.
Laporan ini merujuk pada sumber berita dari RMOL yang memberitakan perkembangan terbaru seputar dinamika politik Jokowi pasca menjabat sebagai presiden.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia