Bahkan, Jokowi berjanji akan blusukan mengunjungi puluhan provinsi, ratusan kabupaten/kota, hingga ribuan kecamatan dan desa di seluruh Indonesia demi memenangkan partai tersebut.
Namun, di sisi lain, Saiful Huda menyoroti ironi yang menurutnya mencolok. Ia menyinggung bahwa Jokowi disebutkan tidak pernah memenuhi panggilan pengadilan untuk menghadiri persidangan terkait dugaan kasus ijazah palsu yang menjeratnya, meski telah dipanggil berkali-kali.
Laporan ini merujuk pada sumber berita dari RMOL yang memberitakan perkembangan terbaru seputar dinamika politik Jokowi pasca menjabat sebagai presiden.
Artikel Terkait
Prabowo dan Luhut Bahas Strategi Ekonomi & Digitalisasi Bansos di Istana
Analisis Sentilan JK ke Jokowi: Beban Sejarah & Akar Kekecewaan Politik Terungkap
JK Beri Sinyal ke Jokowi untuk Tertibkan Termul? Analisis Lengkap & Terkini
Kontroversi Kebijakan ESDM Bahlil Lahadalia: Kenaikan BBM & Elpiji Picu Sorotan Publik