Dokter Tifa menilai Jokowi sengaja memaksakan diri tampil untuk membangun citra sebagai figur yang tegar meski sedang sakit dan mendapat sorotan. "Pada dasarnya, dia memaksakan diri tampil di panggung PSI... untuk tampil sebagai 'si sakit yang terus disakiti'," lanjutnya.
Pidato dengan Pengulangan Kata Kunci
Kritik juga ditujukan pada pidato Jokowi yang disampaikan dengan suara parau. Dokter Tifa menyoroti pengulangan kata-kata tertentu. "Perhatikan kata-katanya yang diulang-ulang: 'Saya masih sanggup, saya masih sanggup, saya masih sanggup'," tulisnya.
Ia menafsirkan pengulangan itu sebagai ekspresi psikologis yang tidak sepenuhnya disadari, namun justru memicu respons sinis dari sebagian publik.
Kondisi Kesehatan sebagai Komoditas Politik?
Dokter Tifa menutup kritiknya dengan pernyataan reflektif. Ia menyebut kondisi sakit Jokowi telah menjadi bagian dari komoditas politik dan ambisi kekuasaan. "Dunia baginya seakan tak pernah cukup, dan yang membatasi tampaknya hanya mati," pungkas Dokter Tifa.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan: MCB Yes, MBG No
Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Solusi di Tengah Krisis Rupiah dan Isu Mundur Menkeu Purbaya
Prabowo Tindak Tegas Korupsi BGN: Bukti Komitmen Bersihkan Program Makan Bergizi Gratis
Sinyal 98 Jilid 2 Menguat, Noel Desak Prabowo Segera Rangkul PDIP dan Habib Rizieq