Analisis: Langkah Jokowi ke PSI Dinilai Benturkan Proses Hukum dan Pengaruh Politik
Langkah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terjun ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai sebagai upaya strategis untuk membenturkan proses hukum dengan pengaruh politik. Tujuannya disebut untuk melemahkan jalannya penegakan hukum yang sedang dihadapinya.
Pandangan ini disampaikan Pengamat dari Citra Institute, Efriza. Ia menyebutkan bahwa Jokowi ingin memengaruhi proses hukum melalui kekuatan politik yang dimilikinya.
Efriza juga mengkritik ketidakhadiran Jokowi di beberapa persidangan kasus ijazah dengan alasan kesehatan. Hal ini dinilai tidak sejalan dengan keaktifannya di berbagai agenda politik, seperti kehadirannya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perdana PSI.
Artikel Terkait
Roy Suryo Beberkan 3 Masalah Besar Rismon Usai Restorative Justice Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil Tak Pernah Masak Soal Imbauan Matikan Kompor Gas
Anies Baswedan di Cikeas: Analisis Lengkap Status Tamu Tak Diundang & Dampak Politiknya
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Dokter Tifa Bantah Kabar Mundur & Siap Luncurkan Riset Neuro Politika