"Politik tidak hanya bekerja berdasarkan fakta, tetapi juga melalui persepsi publik. Kehadiran di Rakernas PSI berpotensi memperkuat posisi tawar dan citra dirinya, sementara hadir di pengadilan berisiko mengikis citra dan pengaruhnya," jelas Efriza yang merupakan Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS).
Ia meyakini bahwa pilihan untuk absen di sidang dan hadir di forum politik merupakan langkah yang disadari sepenuhnya oleh Jokowi. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi politik untuk menghadapi proses hukum secara tidak langsung, dengan menjaga pengaruh dan kepentingan pribadi serta keluarganya di panggung politik.
Dengan demikian, keikutsertaan Jokowi dalam PSI tidak hanya dilihat sebagai aktivitas politik biasa, melainkan juga sebagai instrumen untuk menghadapi tantangan hukum yang sedang berjalan.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan: MCB Yes, MBG No
Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Solusi di Tengah Krisis Rupiah dan Isu Mundur Menkeu Purbaya
Prabowo Tindak Tegas Korupsi BGN: Bukti Komitmen Bersihkan Program Makan Bergizi Gratis
Sinyal 98 Jilid 2 Menguat, Noel Desak Prabowo Segera Rangkul PDIP dan Habib Rizieq