"Pemimpin ditanya ijazahnya, kok malah memenjarakan orang. Ini kan edan. Lah, elu kan gua bayar dengan pajak gua," ungkap Sobary dengan nada geram.
Dukungan pada 'Trio Macan' dan Bukti Keras Bonatua Silalahi
Sobary justru menyatakan kepercayaannya pada ketiga pengkritik yang dijulukinya 'trio macan'. Dia menilai upaya mereka telah memberikan cahaya terang, meski belum sepenuhnya, untuk menggerakkan kaum intelektual.
Keyakinannya semakin kuat setelah pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi, membeberkan salinan ijazah Jokowi yang digunakan pada Pilpres 2014 dan 2019. Menurut Sobary, temuan ini adalah bukti keras (hardproof) yang akan membuka topeng tebal Jokowi.
Pesan untuk Jokowi: "Big Nothing Will Be Zero"
Ditanya apakah ada pesan untuk Jokowi, Sobary menjawab dengan getir. "Ngapain mau menyampaikan pesan? Pesan kepada Jokowi, will be nothing. Nothing tidak cukup, jadi big nothing will be zero," tegasnya.
Tuntutan Investigasi Tuntas Hingga ke Keluarga
Sobary menegaskan bahwa investigasi soal ijazah yang diduga palsu harus dilanjutkan secara tuntas, bahkan hingga ke anak Jokowi. "Kita telah dikentuti. Topengnya yang tebal kita buka. Next anaknya diblejeti. Barang siapa menipu, dia akan memakan hasil tipuannya," tandasnya menutup pernyataan.
Artikel Terkait
Prabowo dan Luhut Bahas Strategi Ekonomi & Digitalisasi Bansos di Istana
Analisis Sentilan JK ke Jokowi: Beban Sejarah & Akar Kekecewaan Politik Terungkap
JK Beri Sinyal ke Jokowi untuk Tertibkan Termul? Analisis Lengkap & Terkini
Kontroversi Kebijakan ESDM Bahlil Lahadalia: Kenaikan BBM & Elpiji Picu Sorotan Publik