Mohammad Sobary Berbalik 200 Persen, Ungkap Kekecewaan pada Jokowi: "Saya Punya Nalar Waras"
Budayawan dan Peneliti Senior LIPI, Mohammad Sobary, mengaku telah berbalik 100 hingga 200 persen dari dukungannya terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam pernyataan tegasnya, Sobary menyatakan kekecewaannya karena masih memiliki kewarasan nalar politik.
"Kecewa sama Pak Jokowi, itu pasti. Siapapun yang memiliki kewarasan nalar politik, pasti kecewa. Dulu saya mendukung beliau, tapi sebenarnya saya mendukung idealisme saya sendiri," ujar Sobary dalam podcast Forum Keadilan TV, Selasa (17/2/2026).
Awal Dukungan dan Idealisme yang Runtuh
Sobary mengisahkan, awal mula ketertarikannya pada sosok Jokowi adalah karena latar belakangnya yang berasal dari rakyat biasa, sederhana, dan jauh dari keluarga elit atau koruptor. Hal itu sesuai dengan idealisme yang dipegangnya.
"Tiba-tiba, ada presiden dari kampung. Bukan dari keluarga jenderal atau terkemuka. Idealisme full saya persembahkan kepada beliau," kenangnya.
Puncak Kekecewaan: Penanganan Kasus Ijazah UGM
Namun, kepercayaan itu mulai luntur dan kini berubah menjadi kekecewaan mendalam. Puncaknya adalah saat Jokowi mempolisikan Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) yang aktif mengungkap keganjilan ijazah S-1 Jokowi dari UGM.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia