Kelompok yang Cepat Tersadar dan Ragam Alasan
Analisis ini juga menyoroti adanya tokoh-tokoh yang lebih cepat menyadari perubahan arah, seperti Rocky Gerung, Eep Saefulloh Fatah, dan Anies Baswedan, yang telah mengambil jarak tidak lama setelah Pilpres 2014.
Namun, Erizal menegaskan bahwa perasaan "ditipu" oleh Jokowi tidak serta-merta mengalihkan dukungan mereka kepada calon lain seperti Prabowo Subianto. "Apakah mereka yang merasa ditipu oleh Jokowi otomatis mendukung Prabowo? Tidak," tegasnya.
Alasannya beragam. Sebagian menganggap bahwa Jokowi dan Prabowo memiliki kesamaan, sebagian lain kecewa karena Prabowo dipandang tidak mengambil jarak dari Jokowi, dan ada pula yang memang sejak awal tidak memiliki ketertarikan politik terhadap Prabowo.
Fenomena ini menunjukkan dinamika dan kompleksitas dukungan politik di Indonesia, di mana loyalitas dapat bergeser seiring dengan evaluasi terhadap kinerja dan janji politik.
Artikel Terkait
Mahfud MD: Kinerja KPK Mulai Bagus, Tak Boleh Lagi Dipegang Leher
Analisis Ray Rangkuti: Peluang Sjafrie Sjamsoeddin Jadi Cawapres Prabowo 2029 Kecil, Ini Alasannya
Viral Tembok Ratapan Solo di Google Maps: Analisis Citra Politik Jokowi yang Terdegradasi
Eggi Sudjana Dukung Habib Rizieq Bekukan TPUA, Ini Langkah Selanjutnya