Menurutnya, jika Sjafrie tidak berpasangan dengan Prabowo, maka situasinya akan seperti kompetisi di bursa yang sama. "Kalau dia tidak dengan Pak Prabowo, itu sepertinya kayak perlombaan di bursa yang sebenarnya sama," katanya.
Dinamika Elite dan Pilihan Publik
Ray juga menyebutkan bahwa masuknya nama-nama baru dalam bursa calon wakil presiden 2029 bisa menciptakan dinamika subjektif di kalangan elite. Hal ini bisa dipandang sebagai peluang strategis, namun sekaligus juga dianggap sebagai ancaman politik.
"Bisa saja Pak Prabowo melihat ini peluang, atau sebaliknya melihat ini semacam ancaman," tambah Ray Rangkuti.
Di sisi lain, Ray mengakui bahwa semakin banyaknya nama yang masuk dalam bursa capres maupun cawapres justru menguntungkan bagi publik. "Masyarakat akan memiliki lebih banyak alternatif dalam menentukan pilihan politik," pungkasnya.
Artikel Terkait
Mahfud MD: Kinerja KPK Mulai Bagus, Tak Boleh Lagi Dipegang Leher
Viral Tembok Ratapan Solo di Google Maps: Analisis Citra Politik Jokowi yang Terdegradasi
Eggi Sudjana Dukung Habib Rizieq Bekukan TPUA, Ini Langkah Selanjutnya
Analisis Lengkap: Mengapa Banyak Tokoh Senior Berbalik Arah & Meninggalkan Dukungan ke Jokowi?