Pernyataan JK di UGM Dituding Merusak Kerukunan dan Pancasila
Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pidato di Universitas Gadjah Mada (UGM) menuai kontroversi dan dikhawatirkan menjadi bibit perpecahan di masyarakat.
Kritik Tajam dari Direktur P3S
Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai pernyataan JK kontroversial dan berpotensi merusak kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Jerry menyebut bahwa keberagaman yang dibangun selama ini terancam rusak karena pernyataan tersebut.
"Tak pantas dia menyinggung umat Kristiani yang baru selesai merayakan Paskah," ujar Jerry dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 14 April 2026. Ia menegaskan bahwa doktrin utama umat Kristen adalah "jangan membunuh".
JK Dituding Sebagai Sosok Intoleran
Lebih lanjut, Jerry Massie menyebut Jusuf Kalla tidak pantas disebut sebagai negarawan, melainkan sebagai sosok intoleran bahkan radikal. Narasi yang dibawanya dinilai sangat tendensius dan provokatif.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia