Sentilan JK ke Jokowi: Beban Sejarah dan Kekecewaan di Balik Layar Kekuasaan
Pengamat politik menilai sikap terbuka Jusuf Kalla (JK) yang menyentil perannya dalam suksesi Joko Widodo (Jokowi) merupakan bentuk kekecewaan pribadi. Menurut analisis, mantan Wapres itu merasa kontribusinya dalam mengantarkan Jokowi ke kursi kepresidenan tidak dihargai.
Akumulasi Kekecewaan yang Meledak di Publik
Efriza dari Citra Institute menyatakan, kemarahan JK yang sampai membuka percakapan privat di WhatsApp adalah reaksi yang wajar. Kekecewaan ini didorong oleh serangkaian isu, mulai dari narasi bahwa JK mendanai kasus ijazah Jokowi hingga tuduhan penistaan agama dari ceramahnya di UGM.
"Akumulasi ini menyerang JK karena sikapnya yang keras dalam mengkritik untuk membela kepentingan rakyat," ujar Efriza.
Artikel Terkait
Prabowo dan Luhut Bahas Strategi Ekonomi & Digitalisasi Bansos di Istana
JK Beri Sinyal ke Jokowi untuk Tertibkan Termul? Analisis Lengkap & Terkini
Kontroversi Kebijakan ESDM Bahlil Lahadalia: Kenaikan BBM & Elpiji Picu Sorotan Publik
UU PPRT Disahkan 2026: 12 Hak & Perlindungan Pekerja Rumah Tangga