Lebih lanjut, Efriza yang juga Magister Ilmu Politik UNAS melihat fakta bahwa pribadi JK terus diusik oleh kelompok buzzer pendukung Jokowi yang kerap disebut Ternak Mulyono (Termul). Situasi ini memicu kesan bahwa JK merasa diabaikan dalam peta politik mutakhir.
"JK diperkirakan merasa diabaikan dan terkesan sedang mencari popularitas dengan mengungkap perannya. Padahal, tanpa JK, Jokowi tidak akan pernah diperhitungkan sebagai calon presiden. Megawati Soekarnoputri pun awalnya meragukan kualitas dan akseptabilitas Jokowi di tingkat nasional," bebernya.
Beban Sejarah Pribadi Jokowi
Analisis ini menyimpulkan bahwa peran krusial JK adalah sebuah kenyataan sejarah yang tidak terbantahkan. Penerimaan Jokowi sebagai capres pada masanya sangat bergantung pada peran dan legitimasi yang diberikan oleh JK.
"Tanpa JK, Jokowi hanya akan tetap menjadi politisi daerah yang tidak masuk dalam lingkaran kekuasaan nasional. Kenyataan sejarah inilah yang menjadi beban sejarah secara pribadi bagi Jokowi," tandas Efriza menutup analisisnya.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan: MCB Yes, MBG No
Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Solusi di Tengah Krisis Rupiah dan Isu Mundur Menkeu Purbaya
Prabowo Tindak Tegas Korupsi BGN: Bukti Komitmen Bersihkan Program Makan Bergizi Gratis
Sinyal 98 Jilid 2 Menguat, Noel Desak Prabowo Segera Rangkul PDIP dan Habib Rizieq