Sebelumnya, pernyataan serupa juga datang dari Wakil Ketua Umum NasDem, Saan Mustopa. Ia mengaku terkejut dengan munculnya wacana fusi antara NasDem dan Gerindra, yang bahkan belum pernah dibahas secara internal.
Menurut Saan, istilah yang tepat dalam konteks politik adalah “fusi”, bukan merger. Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada diskusi mendalam mengenai hal tersebut di tubuh NasDem.
“Kami juga baru dengar, kaget juga. Belum ada pembahasan khusus, apalagi mendalam, terkait fusi ini,” jelasnya.
Fokus pada Konsolidasi Internal
Alih-alih membahas penggabungan, NasDem disebut tengah fokus memperkuat struktur partai hingga ke tingkat daerah sebagai bagian dari konsolidasi internal.
Dengan bantahan resmi dari kedua belah pihak, isu merger Gerindra dan NasDem ini tampaknya hanya spekulasi yang belum memiliki dasar kuat di dunia politik Indonesia.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia