Sebelumnya, pernyataan serupa juga datang dari Wakil Ketua Umum NasDem, Saan Mustopa. Ia mengaku terkejut dengan munculnya wacana fusi antara NasDem dan Gerindra, yang bahkan belum pernah dibahas secara internal.
Menurut Saan, istilah yang tepat dalam konteks politik adalah “fusi”, bukan merger. Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada diskusi mendalam mengenai hal tersebut di tubuh NasDem.
“Kami juga baru dengar, kaget juga. Belum ada pembahasan khusus, apalagi mendalam, terkait fusi ini,” jelasnya.
Fokus pada Konsolidasi Internal
Alih-alih membahas penggabungan, NasDem disebut tengah fokus memperkuat struktur partai hingga ke tingkat daerah sebagai bagian dari konsolidasi internal.
Dengan bantahan resmi dari kedua belah pihak, isu merger Gerindra dan NasDem ini tampaknya hanya spekulasi yang belum memiliki dasar kuat di dunia politik Indonesia.
Artikel Terkait
Jauhkan Teddy dari Istana saat Weekdays: Amien Rais Minta Seskab Fokus Tugas Negara
Reshuffle Kabinet Merah Putih: Langkah Strategis Prabowo Perkuat Kinerja dan Efektivitas Pemerintahan
Mahfud MD Beri Nilai 5 untuk Kinerja Pemerintahan: Hukum dan Demokrasi Indonesia Dinilai Kritis
Rocky Gerung Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan: MCB Yes, MBG No