"Sebetulnya apa yang disampaikan Pak JK itu berdasarkan prinsip-prinsip moral, konstitusi dan hukum," jelas Marwan.
Ia menilai serangan terhadap JK semakin gencar karena permintaan JK berpotensi untuk ditindaklanjuti oleh pengadilan.
Senada dengan Marwan, perwakilan Barisan Krida Patriot, Budiman, menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak takut terhadap Jokowi. Budiman menekankan latar belakang Prabowo sebagai mantan militer yang tegas dan berwibawa.
"Saya yakin karena Presiden Prabowo itu mantan militer. Terlebih Prabowo pernah diharapkan akan menjadikan Indonesia sebagai Macan Asia kembali yang dikenal sosok yang tegas dan berwibawa tidak mencla-mencle. Nah, taring ini yang kami harapkan kembali terlihat dengan mengedepankan taat konstitusi dan hukum NKRI," tegas Budiman.
Sementara itu, Laksda (Purn) Soni Santoso menilai kasus ijazah palsu Jokowi telah menghancurkan moral dan adab bangsa. Ia menyebut sudah banyak korban dari kasus ini.
"Padahal sudah dua tokoh bangsa, yaitu Pak JK dan Ibu Megawati dan banyak tokoh lainnya meminta Jokowi untuk menunjukan ijazahnya. Jadi Jokowi tinggal tunjukan saja ijazahnya. Maka selesai, rakyat tidak akan membuat gaduh," kata Soni.
Menurut Soni, berlarut-larutnya kasus ini merupakan indikasi bahwa penegakan hukum di Indonesia mulai rapuh.
Artikel Terkait
Purbaya Yudhi Sadewa Copot 2 Dirjen Kemenkeu: Kritik Keras Digeser Baru Nangis
Mahfud MD Bela Saiful Mujani: Analisis Hukum Tuduhan Makar yang Mengada-ada
Merger Gerindra dan NasDem Ditolak Tegas: Dasco & Saan Mustopa Bantah Isu Penggabungan
Roy Suryo Sindir Rismon: Berani Teliti Ijazah Jokowi Padahal Ijazah Sendiri Diduga Palsu