Wacana Pemakzulan Prabowo Dinilai Berat, Gibran Jadi Target Lebih Realistis
Wacana pemakzulan Presiden Prabowo Subianto dinilai terlalu berat untuk direalisasikan dalam kondisi politik Indonesia saat ini. Langkah tersebut dianggap memiliki risiko tinggi dan berpotensi memicu resistensi besar di tengah masyarakat.
Sebaliknya, pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut sebagai opsi yang lebih realistis. Pandangan ini disampaikan oleh Brigjen TNI (Purn) Purnomo dalam diskusi publik bertajuk "Apakah Gerakan Pemakzulan Prabowo Itu Realistis?" yang digelar di kawasan Menteng, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurut Purnomo, dorongan langsung untuk memakzulkan kepala negara berpotensi menimbulkan konflik horizontal dan gejolak politik yang lebih luas. Oleh karena itu, ia menawarkan jalan tengah yang lebih moderat.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia