Wacana Pemakzulan Prabowo Dinilai Berat, Gibran Jadi Target Lebih Realistis
Wacana pemakzulan Presiden Prabowo Subianto dinilai terlalu berat untuk direalisasikan dalam kondisi politik Indonesia saat ini. Langkah tersebut dianggap memiliki risiko tinggi dan berpotensi memicu resistensi besar di tengah masyarakat.
Sebaliknya, pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut sebagai opsi yang lebih realistis. Pandangan ini disampaikan oleh Brigjen TNI (Purn) Purnomo dalam diskusi publik bertajuk "Apakah Gerakan Pemakzulan Prabowo Itu Realistis?" yang digelar di kawasan Menteng, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurut Purnomo, dorongan langsung untuk memakzulkan kepala negara berpotensi menimbulkan konflik horizontal dan gejolak politik yang lebih luas. Oleh karena itu, ia menawarkan jalan tengah yang lebih moderat.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019