"Jalan tengah apa yang paling baik supaya resistansinya, risikonya tidak terlalu besar? Yang pertama adalah pemakzulan Wakil Presiden Gibran," kata Purnomo.
Ia menjelaskan bahwa polemik terkait Gibran sudah muncul sejak awal proses pencalonannya sebagai calon wakil presiden. Purnomo menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi mengenai syarat usia capres-cawapres yang sempat menuai kontroversi luas.
"Kenapa harus dimakzulkan? Sebelum mencalonkan wakil presiden sudah bermasalah," ujarnya.
Karena itu, Purnomo berpandangan bahwa fokus terhadap posisi wakil presiden lebih memungkinkan dibanding langsung mendorong pemakzulan Presiden Prabowo. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi opsi politik yang lebih moderat dengan risiko gejolak yang lebih kecil.
Artikel Terkait
Tentara Israel Jejali Rokok ke Mulut Patung Bunda Maria: Kontroversi Penistaan Simbol Suci yang Viral
Mundurnya Ade Armando dari PSI: Dampak Bola Salju Kontroversi pada Elektabilitas Partai
Teddy Indra Wijaya Bungkam, Tudingan Amien Rais Dinilai Benar oleh Publik
Kasus Roy Suryo dan dr. Tifa: Jaksa Masih Ragu pada Forensik Ijazah Jokowi, Pengamat Sebut Bisa Ganggu Stabilitas Politik 2029