"Jalan tengah apa yang paling baik supaya resistansinya, risikonya tidak terlalu besar? Yang pertama adalah pemakzulan Wakil Presiden Gibran," kata Purnomo.
Ia menjelaskan bahwa polemik terkait Gibran sudah muncul sejak awal proses pencalonannya sebagai calon wakil presiden. Purnomo menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi mengenai syarat usia capres-cawapres yang sempat menuai kontroversi luas.
"Kenapa harus dimakzulkan? Sebelum mencalonkan wakil presiden sudah bermasalah," ujarnya.
Karena itu, Purnomo berpandangan bahwa fokus terhadap posisi wakil presiden lebih memungkinkan dibanding langsung mendorong pemakzulan Presiden Prabowo. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi opsi politik yang lebih moderat dengan risiko gejolak yang lebih kecil.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia