MULT AQOMEDIA.COM - Tentara Israel kembali menjadi sorotan setelah melakukan aksi kontroversial dengan menjejali sebatang rokok ke mulut patung Bunda Maria di wilayah selatan Lebanon. Tindakan kurang ajar ini sontak memicu kemarahan publik, khususnya umat Katolik, karena dianggap sebagai bentuk penistaan terhadap simbol suci agama.
Foto yang memperlihatkan tentara Israel sedang menjejali rokok ke mulut patung Bunda Maria tersebut viral di media sosial. Rekaman yang diduga diambil dan diunggah oleh tentara itu sendiri menunjukkan seorang prajurit Israel merokok sambil meletakkan rokok lain di mulut patung Bunda Maria, seperti dilaporkan oleh kantor penyiaran Israel KAN pada Rabu (6/5).
Menanggapi insiden ini, militer Israel menyatakan bahwa masalah tersebut sedang ditinjau. Aksi ini terjadi di tengah meningkatnya serangan dan pelanggaran terhadap simbol-simbol keagamaan warga Kristen di kota-kota yang diduduki pasukan Israel di Lebanon selatan.
Sebelumnya, tentara Israel juga dilaporkan menghancurkan patung Yesus di Lebanon selatan. Selain itu, polisi Israel sengaja mencegat Patriark Katolik Latin Yerusalem, Pierbattista Pizzaballa, yang hendak menuju Gereja Holy Sepulchre di timur Yerusalem pada April lalu. Insiden lain mencatat warga Israel yang terdokumentasi meludahi gereja dan pendeta di Yerusalem. Aksi tak beradab ini berbarengan dengan serangan terhadap gereja-gereja di Gaza selama agresi Zionis yang dimulai sejak 23 Oktober.
Kasus penistaan patung Bunda Maria ini menambah daftar panjang pelanggaran terhadap tempat ibadah dan simbol keagamaan di kawasan tersebut. Umat Katolik dan komunitas internasional pun mengecam keras tindakan yang dinilai tidak manusiawi dan provokatif ini.
Artikel Terkait
Mundurnya Ade Armando dari PSI: Dampak Bola Salju Kontroversi pada Elektabilitas Partai
Teddy Indra Wijaya Bungkam, Tudingan Amien Rais Dinilai Benar oleh Publik
Kasus Roy Suryo dan dr. Tifa: Jaksa Masih Ragu pada Forensik Ijazah Jokowi, Pengamat Sebut Bisa Ganggu Stabilitas Politik 2029
Masuknya Super Tanker Iran ke Indonesia: Operasi Senyap atau Strategi Energi Baru?