MULTAQOMEDIA.COM — Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana, menyoroti masih adanya guru honorer di Jakarta yang menerima honor sekitar Rp700 ribu per bulan. Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan karena banyak guru terpaksa mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Justin yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta mengatakan, dari sisi anggaran sebenarnya sektor pendidikan masih menjadi salah satu prioritas utama di Ibu Kota. Pada tahun 2026, anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta mencapai sekitar Rp18,1 triliun, yang merupakan salah satu porsi terbesar dalam APBD. Artinya secara kebijakan fiskal, komitmen terhadap sektor pendidikan tetap kuat.
Meski demikian, menurutnya persoalan utama bukan hanya pada besaran anggaran, melainkan pada struktur kebijakan dan distribusi pembiayaan tenaga pendidikan, terutama bagi guru honorer yang belum memiliki skema kepegawaian yang jelas. Ia menilai kondisi guru honorer dengan honor yang sangat rendah tidak seharusnya terjadi karena guru merupakan pilar utama dalam sistem pendidikan. Guru adalah pilar utama sistem pendidikan, sehingga tidak seharusnya mereka harus mencari pekerjaan tambahan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Artikel Terkait
Mantan Kabareskrim Bantah Status Tersangka Roy Suryo dan Dokter Tifa Gugur Otomatis di Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Sultan Kemenaker Akui Biayai Kampanye Ida Fauziah hingga Rp200 Juta per Kegiatan
Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara: 16 Tewas, 4 Selamat
Ponpes di Pati Ditutup Permanen Usai Kiai Tersangka Pencabulan Santriwati Kabur ke Luar Jateng