MULTAQOMEDIA.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai langkah positif pemerintah untuk membangun kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Namun, pengamat kebijakan publik Muhammad Gumarang menilai pelaksanaan program ini masih tergesa-gesa dan kurang didukung kajian matang dari berbagai aspek.
“Program MBG itu bagus, namun pelaksanaannya dipaksakan,” ujar Gumarang kepada wartawan, Sabtu 16 Mei 2026.
Menurutnya, MBG merupakan investasi modal manusia atau human capital investment yang manfaatnya tidak bisa dirasakan dalam waktu singkat. Dampak terhadap pertumbuhan ekonomi baru akan terlihat dalam jangka panjang setelah kualitas generasi muda meningkat.
Gumarang menyoroti anggaran MBG yang mencapai Rp335 triliun pada 2026. Ia menilai angka ini menjadi beban besar bagi APBN jika tidak diimbangi perencanaan yang tepat. Pemerintah, kata dia, seharusnya melakukan pemetaan menyeluruh terlebih dahulu terkait kondisi fiskal, geografis, sosial ekonomi, hingga budaya masyarakat sebelum program diterapkan secara luas.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia