MULTAQOMEDIA.COM - Insiden salah penyebutan nama desa oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dinilai bukan sekadar kesalahan biasa. Pengamat politik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), Adib Miftahul, menilai agenda kunjungan presiden biasanya telah dipersiapkan secara matang dan terstruktur. Oleh karena itu, kesalahan penyebutan lokasi seharusnya dapat dihindari.
“Kalau dalam konteks perencanaan, apalagi sekelas presiden, semuanya biasanya sudah tersusun rapi. Jadi seharusnya tidak boleh ada kesalahan menyebut nama desa. Itu fatal sebetulnya,” kata Adib kepada RMOL, Selasa, 26 Mei 2026.
Meski begitu, Adib menilai Prabowo tidak mempermasalahkan langsung insiden tersebut dalam suasana kunjungan. Namun, di mata publik, kekeliruan itu tetap menunjukkan adanya celah dalam koordinasi dan persiapan kerja.
“Dalam persepsi publik, kalau semuanya sudah dipersiapkan matang dan masih saja salah, itu bisa dinilai ada pekerjaan yang tidak beres, sekecil apa pun,” ujarnya.
Karena itu, Adib memandang candaan Prabowo yang menyinggung kemungkinan reshuffle terhadap Zulhas dapat dimaknai sebagai sinyal atau teguran halus terkait kinerja Menko Pangan.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019